Instrumen Bidang Sosial (menggunakan Metode Kuesioner, Wawancara dan Observasi)
1.
Kuesioner
/ Angket
` Kuesioner
atau Angket didefinisikan sebagai sejumlah sejumlah pertanyaan atau pernyataan
tertulis tentang data faktual atau opini yang berkaitan dengan diri responden,
yang dianggap fakta atau kebenaran yang diketahui dan perlu dijawab oleh
responden (Dalam buku Pemahaman Individu , 189,2012.Dr. Sutoyo Anwar)
1) Batasan
Objek
Kuesioner ini digunakan untuk memperoleh
data tentang Penyesuaian Diri siswa
2) Tujuan
Bertujuan untuk melihat bagaimana
Penyesuaian Diri pada siswa
3) Definisi
Konsep
Penyesuaian
diri menurut Calhoun dan Acocella (1990) adalah sebuah interaksi yang kontinou
antara diri sendiri , orang lain dan lingkungan .
Schneiders
(1964) berpendapat bahwa Penyesuain diri adalah sebuahproses yang meliputi
respon mental dan perilaku pada individu untuk menghadapi kebutuhan interna,
ketegangan, frustasi, serta konflik-konflik .
Schneiders
(1964) juga mneyebutkan ada beberapa indikator dari penyesuaian diri yang
normal, yaitu :
a) Tidak
adanya emosi yang berlebihan
Individu dapat merespon
situasi atau permasalahan dengan tenang dan terkontrol yang memungkinkan mereka
untuk berfikir dan mencari jalan keluar .
b) Tidak
adanya mekanisme Psikologis
Penyesuaian diri yang
normal juga dikarakteistikan dengan tidak adanya mekanisme psikologis.
Melakukan pendekatan secara langsung terhadap permasalahn atau konflik dinilai
sebagai respon yang lebih normal dibandingkan dengan melakukan mekanisme
pertahanan diri seperti Rasionalisasi, proyeksi, ataupun kompensasi
c) Tidak
adanya rasa frustasi
Perasaan frustasi dapat mempersulit
individu untuk berperilaku secara normal terhadap usuatu situasi tau
permasalahan.
d) Pertimbangan
rasional dan kemampuan mengarahkan diri
Pertimbangan rasional dan kemampuan
mengarahkan diri sangat bertolak belakang dengan mekanisme psikologis . dasar
dari kemampuan berfikir manusia ketika berpikir dan mempertimbangkan
permasalahan, konflik dan frustasi merupakan sebuah penyesuaian yang normal,
sebaliknya, ketiadaan dari karakteristik-karakteristikini merupakan pertanda
sulitnya melakaukan penyesuaian .
e) Mampu
untuk belajar
Penyesuaian yang normal
dikarakterisitikan dengan pembelajaran yang berkelanjutan yang menghasilkan
perkembangan dari kualitas personal yang diperlukan di kehidupan sehari-hari.
f) Memanfaatkan
pengalaman masa lalu
Penyakit mental seperti Neurotik dan
Kenakalan, dikarakteristikan oleh ketidakmampuan belajar dari masa lalu.
Sebaliknya, penyesuain normal memerlukan pembelajaran dari masa lalu.
g) Sikap
yang realistis dan objektif
Sikap yang realistis dan objektif
merupakan sesuatu yang didasari oleh pembelajaran, pengalaman masa lalu,
danpemikiran rasional yang memungkinkan individu untuk menyadari situasi,
permasalahan atau keterbatasan diri sebagaimana mestinya.
1) Definisi
operasional
Penyesuaian diri yaitu proses komunikasi
yang dilakukan oleh individu dengan lingkungan yang terjadi secara berlanjut
atau kontinou
2) Indikator
Penyesuain Diri
a) Tidak
adanya emosi yang berlebihan
b) Tidak
adanya mekanisme Psikologis
c) Tidak
adanya rasa frustasi
d) Pertimbangan
rasional dan kemampuan mengarahkan diri
e) Mampu
untuk belajar
f) Memanfaatkan
pengalaman masa lalu
g) Sikap
yang realistis dan objektif
3) Kisi-kisi
Angket Percaya Diri
No
|
Indikator
|
No.
Item
|
Total
|
1.
|
Tidak
adanya emosi yang berlebihan
|
1,
5, 14
|
3
|
2
|
Tidak
adanya mekanisme Psikologis
|
2,
7, 8
|
3
|
3
|
Tidak
adanya rasa frustasi
|
2,
4
|
2
|
4
|
Pertimbangan
rasional dan kemampuan mengarahkan diri
|
6,
8
|
2
|
5
|
Mampu
untuk belajar
|
10,
12, 15
|
3
|
6
|
Memanfaatkan
pengalaman masa lalu
|
11,
16
|
2
|
7
|
Sikap
yang realistis dan objektif
|
13,
17
|
2
|
Total
|
15
|
||
ANGKET
PENYESUAIAN DIRI
PADA SISWA
TAHUN PELAJARAN
2015/2016
1.
Identitas Responden
Nama :
Kelas :
Jenis Kelamin :
Alamat :
2.
Petunjuk Pengisian Angket
Berilah
tanda (X) pada :
·
Sangat Setuju (SS) jika pertanyaan tersebut menurut
anda jawabannya sangat sering,
·
Setuju (S) jika pertanyaan tersebut
menurut anda jawabannya setuju,
·
Tidak Setuju (TS) jika pertanyaan
tersebut menurut anda jawabannya Tidak Setuju, dan
·
Sangat Tidak Setuju (STS) jika jawaban anda Sangat jtidak
setuju
No
|
Pernyataan
|
SS
|
S
|
TS
|
STS
|
1
|
Sabar
menghadapi teman-teman yang suka mengejek
|
||||
2
|
Tetap
berfikir jernih saat ada masalah di kelas
|
||||
3
|
Mengakui
kesalahan tanpa membela diri
|
||||
4
|
Bisa
mengatur rasa stres di lingkungan sekolah
|
||||
5
|
Emosi
tidak meledak-ledak saat ada teman yang menyindir
|
||||
6
|
Saat
ada masalah di kelas, mampu mengarahkan diri ke hal yang positif
|
||||
7
|
Menganggap
diri paling benar
|
||||
8
|
Menyalahkan
orang lain saat merasa terpepet masalah
|
||||
9
|
Mampu
berfikir rasional saat ada masalah di kelas
|
||||
10
|
Berdiskusi
dengan teman saat tugas kelompok
|
||||
11
|
Berkelahi
berkali-kali dengan orang yang sama
|
||||
12
|
Belajar
di kelas dengan tenang
|
||||
13
|
Memihak
teman sendiri walaupun salah
|
||||
14
|
Selalu
membesar-besarkan masalah
|
||||
15
|
Mendengarkan
penjelasan guru dengan teliti
|
||||
16
|
Mengulangi
kesalahan yang sama pada teman di sekolah
|
||||
17
|
Tidak
menyudutkan teman saat terjadi permasalah
|
Keterangan :
............................................................................................
2.
Wawancara
Menurut Budi Purwoko dan Titin Indah Pratiwi (2007:
36), wawancara adalah suatu teknik pengumpulan data dengan mengajukan
pertanyaan secara lisan dan dijawab responden secara langsung, secara lisan
pula.
Gall,M.D dkk (2003:222) membandingkan
interviu kuesioner, interviu berisi pertanyaan-pertanyaan lisan yang ditanyakan
oleh intervier dan dijawab oleh interviewee, sedangkan kuesioner dalam bentuk
tertulis .
Gall,M.D (dalam Anwar Sutoyo, 2012:174)
menunjukan langkah-langkah dalam menyusun pedoman wawancara , yaitu :
1.
Tetapkan tujuan
2.
Tetapkan sampel :
3.
Merancang bentuk interviu
4.
Mengembangkan pertanyaan
5.
Memilih dan melatih interviewer
6.
Melakukan uji coba prosedur interviu
7.
Melakukan interviu
8.
Analisis data
Berikut
contoh Pedoman dalam Wawancara
1) Tujuan
Wawancara : Mengukur penyesuain diri
siswa
2) Interviewer
: Guru BK
3) Intervieu : Siswa kelas XI SMAN
“X”
4) Interviu
ke : 1/2/3/4 (Pilih)
5) Pelaksanaan
:
a) Hari/Tanggal
:
b) Jam
:
c) Nama
Sekolah :
d) Alamat
Sekolah :
6) Proses
Wawancara
No
|
Pertanyaan
|
Deskripsi
jawaban
|
1
|
Menurut
anda, Apakah aabar menghadapi teman-teman yang suka mengejek ?
|
|
2
|
Apakah
anda tetap berfikir jernih saat ada masalah di kelas ?
|
|
3
|
Apakah
anda suka mengakui kesalahan tanpa harus membela diri ?
|
|
4
|
Bisakah
anda mengatur rasa stres di lingkungan
sekolah ?
|
|
5
|
Apakah
emosi anda meledak-ledak saat ada teman yang menyindir ?
|
|
6
|
Saat
ada masalah di kelas, mampukah anda mengarahkan diri ke hal yang positif?
|
|
7
|
Apakah
anda menganggap diri paling benar ?
|
|
8
|
Apakah
anda menyalahkan orang lain saat merasa terpepet masalah ?
|
|
9
|
Apakah
anda mampu berfikir rasional saat ada masalah di kelas ?
|
|
10
|
Apakah
anda berdiskusi dengan teman saat tugas kelompok ?
|
|
11
|
Pernahkah
anda berkelahi berkali-kali dengan orang yang sama ?
|
|
12
|
Apakah
proses belajar anda di kelas dengan tenang ?
|
|
13
|
Apakah
anda pernah memihak teman sendiri walaupun salah ?
|
|
14
|
Apakah
anda selalu membesar-besarkan masalah ?
|
|
15
|
Apakah
anda suka saat mendengarkan penjelasan guru ?
|
|
16
|
Pernahkah
anda mengulangi kesalahan yang sama pada teman di sekolah?
|
|
17
|
Apakah
anda menyudutkan teman saat terjadi permasalah ?
|
Keterangan :
............................................................................................
3. Observasi
Hanna Djumhana (1997:202) Memandang observasi
sebagai metode ilmiah yang sampai saat ini masih menduduki tempat utama ndalam
ilmu pengetahuan Empiris.
Kerlinger (2002:857) mengingatkan bahwa
ilmuan sosial harus mengamati perilaku manusia, tetapi dia seharusnya tidak
puas dengan pengamatan tidak terkontrol dan tidak direncanakan dengan baik .
Menurut
Sugiyono (2007: 204) ditinjau dari segi proses pelaksanaan pengumpulan data,
observasi dibedakan atas observasi berperanserta dan nonparticipan. Adapun
penjelasannya sebagai berikut:
a.
Observasi berperanserta, peneliti
terlibat secara langsung dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati
atau yang digunakan sebagai sumber penelitian
b.
Observasi nonparticipan, peneliti tidak
terlibat secara langsung dengan sumber penelitian dan hanya sebagai pengamat
atau independen.
Dan
saya menggunakan Observasi Nonpaticipan, dimana saya bekerjasama dengan guru BK
dalm mengambil data dari siswa tentang kematangan karir.
LEMBAR OBSERVASI KEMATANGAN KARIR SISWA
1. Tujuan
Observasi : Mengetahui
Kematangan Karir siswa
2. Observer : Peneliti
3. Observee
: Siswa kelas XI
SMAN “X”
4. Observasi
ke : 1/2/3/4 (Lingkari
yang sesuai)
5. Pelaksanaan
:
a)Hari/tanggal
:
b)
Jam :
c)Nama
sekolah :
d)
Alamat sekolah :
6. Aspek
yang diobservasi :
Aktivitas siswa di lingkungan Sekolah
1) Siswa
Sabar menghadapi teman-teman yang suka mengejek
............................................................................................
2) Siswa
Tetap berfikir jernih saat ada masalah di kelas
............................................................................................
3) Memihak
teman sendiri walaupun salah
............................................................................................
4) Siswa
Tidak menyudutkan teman saat terjadi permasalah
............................................................................................
5) Siswa
Mengakui kesalahan tanpa membela diri
............................................................................................
6) Mendengarkan
penjelasan guru dengan teliti
............................................................................................
7) Mampu
berfikir rasional saat ada masalah di kelas
............................................................................................
8) Menganggap
diri paling benar
............................................................................................
9) Selalu
membesar-besarkan masalah
............................................................................................
10) Menyalahkan
orang lain saat merasa terpepet masalah
............................................................................................
11) Berkelahi
berkali-kali dengan orang yang sama
............................................................................................
12) Saat
ada masalah di kelas, mampu mengarahkan diri ke hal yang positif
............................................................................................
13) Berdiskusi
dengan teman saat tugas kelompok
............................................................................................
14) Belajar
di kelas dengan tenang
............................................................................................
15) Mengulangi
kesalahan yang sama pada teman di sekolah
............................................................................................
16) Yakin
dengan kemampuan dengan karir yang akan diambil
............................................................................................
17) Emosi
tidak meledak-ledak saat ada teman yang menyindir
............................................................................................
18) Siswa
Bisa mengatur rasa stres di lingkungan sekolah
............................................................................................
Keterangan
:
............................................................................................
Komentar
Posting Komentar